Islamic Legal Perspective on IVF Program to Maintain Household Harmony

Authors

  • Defyta Nadhila Nurlaili Universitas Islam Malang
  • Sachrawi Hidayat Islamic University of Malang
  • Moh. Muhibbin Islamic University of Malang
  • Dzulfikar Rodhafi Islamic University of Malang
  • Ibnu Atho’ilah Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

DOI:

https://doi.org/10.71039/istifham.v4i1.153

Keywords:

Islamic Law , IVF (In Vitro Fertilization), Household Harmony, Maslahah Mursalah, Nasab

Abstract

This study examines the Islamic legal perspective on the In Vitro Fertilization (IVF) program as a means of maintaining household harmony. Infertility constitutes a significant challenge for many married couples, often generating emotional distress, social stigma, marital conflict, and, in some cases, the dissolution of marriage. Using normative juridical research and a library-based methodology, this article systematically reviews primary Islamic legal sources—the Qur'an, Hadith, classical and contemporary fiqh texts—as well as the fatwas of major Indonesian and international Islamic jurisprudential bodies. The study finds that IVF is permissible (mubah) under Islamic law when the sperm and ovum belong exclusively to a lawfully married couple, and the embryo is implanted in the wife's own uterus. Conversely, IVF conducted using donor sperm, donor eggs, or a surrogate womb is categorically prohibited (haram) because it leads to the mixing of lineage (ikhtilat al-nasab), resembles adultery in its legal consequence, and violates the overarching objectives of Islamic law (Maqasid al-Shari'ah), particularly the protection of lineage (hifz al-nasl). The article further argues that permissible IVF contributes positively to household harmony by fulfilling the Islamic ideal of a complete sakinah, mawaddah wa rahmah family, while prohibited forms introduce irreversible legal, ethical, and social complications that undermine marital stability. This research adds to the scholarly discourse by integrating contemporary medical realities with classical fiqh analysis and the concept of Maslahah Mursalah.

References

Abdullah al-Bassam. (n.d.). Athfalul Anabib. Majallah Majma' al-Fiqh

Abdul Rahman Ghazali. (2015). Fiqih Munakahat. Jakarta: Prenadamedia Group

Abdul Wahab al-Khallaf. (2010). Ilmu Ushul Fiqh. Jakarta: Dar al-Kitab Islami

Ali Akbar. (1981). Merawat Cinta Kasih. Jakarta: Pustaka Antara

Ali Qaimi. (2002). Menggapai Langit Masa Depan Anak. Bogor: Cahaya

Amiur Nuruddin & Azhari Akmal Tarigan. (2006). Hukum Perdata Islam di Indonesia: Studi Kritis Perkembangan Hukum Islam dari Fikih, UU No. 1 Tahun 1974 Sampai KHI. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Anwar, S. (2017). Fertilization in vitro dalam tinjauan Maqashid As-Syari'ah. Jurnal Hukum Islam, 15(2), 112–131

Argo Demartoto. (2008). Penelitian dampak infertilitas terhadap perkawinan. Surakarta: Universitas Sebelas Maret

Asmawi. (2004). Nikah dalam perbincangan dan perbedaan. Yogyakarta: Darussalam

Ayu Febri Wulanda. (2012). Biologi reproduksi. Jakarta: Salima Medika

Bachtiar, S. B. (2010). Meyakinkan validitas data melalui triangulasi pada penelitian kualitatif. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(1), 46–62

Cholil Nafis. (2014). Fiqih Keluarga. Jakarta: Mitra Abdi Press

Departemen Pendidikan Nasional. (1976). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Ernawati. (2015). Konsep pendidikan rumah tangga dalam perspektif Cahyadi Takariawan. Jurnal Syamil, 3(1), 1–22

Fauzi Rachman. (2013). Wanita yang dirindukan surga: Ibadah-ibadah utama untuk wanita. Bandung: Mizania

Hasan Basri. (1996). Merawat cinta kasih. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Husein Muhammad Yusuf. (1999). Memilih jodoh dan tata cara meminang dalam Islam. Jakarta: Gema Insani

Imarah Abu Zhabi Daulah Al-Imarat Al-Arabiyah Al-Muttahidah. (1996). Muktamar Majma' Al-Fiqh Al-Islami. Jamiyah Al-Dakwah Islamiyah Al-Alamiyah

Indonesian Ulema Council (MUI). (1979). Fatwa tentang bayi tabung atau inseminasi buatan. Jakarta: MUI

Indonesian Ulema Council (MUI). (2006). Keputusan Ijtima' Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia Kedua Tahun 2006. Jakarta: MUI

Jalaluddin Rahmat. (1994). Keluarga Muslim dalam masyarakat modern. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Kamalat Rizqiyatul A'la. (2020). Pandangan cendikiawan Muslim tentang nasab dan kewarisan anak hasil sewa rahim perspektif Al-Maslahah Al-Mursalah (Thesis). Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Kementerian Agama RI. (2011). Keluarga harmoni dalam perspektif berbagai komunitas agama di Indonesia. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Khatib Ahmad Santhut. (1998). Menumbuhkan sikap sosial, moral, dan spiritual anak dalam keluarga muslim. Yogyakarta: Mitra Pustaka

Khoiruddin Bashori. (2003). Problem psikologis kaum santri: Risiko insekuritas kelekatan. Yogyakarta: FkBA

Louis Ma'luf. (1986). Al-Munjid fi al-Lughah wa al-A'lam. Beirut: Dar al-Masyriq

Masfuk Zuhdi. (1994). Masailul fiqhiyah: Kapitalis hukum Islam. Jakarta: Haji Masagung

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis data kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press

Mufidah. (2007). Psikologi keluarga Islam berwawasan gender. Malang: UIN Malang Press

Muhammad Ali Hasan. (1997). Masailul Fiqhiyyah al-Haditsah pada masalah-masalah kontemporer hukum Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Muhammadiyah Tarjih Council. (1980). Keputusan Muktamar Tarjih Muhammadiyah ke-21 tentang bayi tabung. Klaten: Muhammadiyah

Munir, H. U. (2020). Athfalul Anabib wa Talqih as-Shina'i fii Mandhor As-Syariah Al-Islamiyah. Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam, 11(2), 200–220

Nahdlatul Ulama (NU). (1981). Keputusan Munas Alim Ulama di Kaliurang, Yogyakarta tentang bayi tabung. Yogyakarta: PBNU

Nur Azmi Fadhillah. (2018). Status perwalian anak hasil sewa rahim dalam pandangan hukum Islam dan hukum positif (Thesis). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Nurlaili, D. N. (2024). Perspektif hukum Islam terhadap program bayi tabung (In vitro fertilization) untuk menjaga keharmonisan rumah tangga (Thesis). Program Pascasarjana, Universitas Islam Malang

Organization of Islamic Cooperation Fiqh Academy (Majma' al-Fiqh al-Islami). (1986). Qarar No. 16 (3/4) tentang inseminasi buatan dan bayi tabung. Third Conference, Amman.

Republic of Indonesia. (1974). Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Jakarta: Sekretariat Negara

Republic of Indonesia. (2002). Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Jakarta: Sekretariat Negara

Republic of Indonesia. (2019). Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Jakarta: Sekretariat Negara

Sayyid Sabiq. (2009). Fiqih Sunnah (Vol. 3). Jakarta: Al-I'tishom Cahaya Umat

Soerjono Soekanto. (2001). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Takariawan, C. (2001). Pernak-pernik rumah tangga Islami: Tatanan dan peranannya dalam kehidupan masyarakat. Solo: Era Intermedia

Wahbah al-Zuhaili. (1989). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh (Vol. 4). Damascus: Dar al-Fikr

Zakiah Dradjat. (1993). Ilmu jiwa agama. Jakarta: Bulan Bintang

Downloads

Published

2026-04-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Nurlaili, D. N., Hidayat, S. ., Muhibbin, M., Rodhafi, D. ., & Atho’ilah, I. . (2026). Islamic Legal Perspective on IVF Program to Maintain Household Harmony. ISTIFHAM: Journal Of Islamic Studies, 4(1), 70-82. https://doi.org/10.71039/istifham.v4i1.153

Similar Articles

21-30 of 38

You may also start an advanced similarity search for this article.